Kamis, 10 Maret 2011

KARYA TULIS, PROPOSAL, TEKS PIDATO, DAN PENULISAN POSTER


Karya Tulis

Karya tulis yang ditulis berdasarkan hasil penelitian disebut karya ilmiah. Karya ilmiah yang lengkap biasanya terbagi menjadi tiga bagian besar, yakni (1) bagian pelengkap pendahuluan, (2) Bagian isi atau pembahasan, dan (3) bagian pelengkap penutup.
Bagian pelengkap pendahuluan terdiri atas halaman judul, halaman motto, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, arti lambang dan singkatan, dan abstrak.
Bagian isi atau pembahasan terdiri atas bab pendahuluan yang meliputi: (1) latar belakang, (2) perumusan masalah, (3) ruang lingkup masalah, (4) tujuan penulisan, (5) metode penelitian, dan (5) sistematika penulisan; bab pembahasan; dan bab kesimpulan dan saran.

Bagian pelengkap penutup antara lain, daftar pustaka dan lampiran Kata pengantar berfungsi sebagai surat pengantar kepada pembaca yang isinya berbagai hal mengenai karya tulis tersebut.

Daftar Isi merupakan gambaran isi secara singkat. Judul-judul Bab ditulis dengan huruf kapital, judul-judul subbab ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf awal dari kata-kata yang penting.

Abstrak berisi garis besar dari karya tulis. Isinya lebih singkat daripada kesimpulan. Bab pendahuluan berfungsi untuk menarik perhatian pembaca dan memberikan arahan terhadap masalah-masalah yang akan diuraikan. Pada bagian ini biasanya diuraikan tentang: latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup, metode penelitian, dan sistematika penulisan. Bab Pembahasan/ isi merupakan tubuh karangan yang mempunyai bagian yang sangat esensial. Dalam bagian ini terdapat semua masalah yang dijabarkan secara sistematis. Artinya dalam penyusunan harus beraturan dan konsisten. Pembagian bab ke subbab harus sesuai dengan tingkatan-tingkatan yang sederajat.

Kesimpulan dan saran merupakan inti dari uraian yang telah dijelaskan dalam tubuh. Kesimpulan harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Begitu pula dengan saran, kepada siapa saran ditujukan, dan kemungkinan adanya perbaikan.

Sekarang perhatikan penggalan paragraf di bawah ini!

Dari hasil wawancara di lapangan, penulis menemukan banyak golongan tua (orang tua, kaum pendidik, pejabat kelurahan, dan para pemuka masyarakat) yang berpendapat bahwa sebenarnya pelajar mempunyai peranan yang besar dalam pembangunan masyarakat terutama pembangunan lingkungan kelurahan. Namun, kemauan para pelajar untuk turut serta dalam pembangunan tersebut makin kecil sehingga saat ini tidak terlihat peranan dan pengaruhnya.

Paragraf di atas merupakan kutipan karya tulis ilmiah bagian saran karena kutipan karya tulis ilmiah tersebut berisi hasil penelitian (pembahasan).

Proposal

Proposal (usulan) adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan. Secara konkret proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan (proyek) yang bersifat formal. Proyek yang dimaksud dapat mengenai pekerjaan fisik, seperti pembangunan gedung, dan dapat pula mengenai pekerjaan nonfisik, misalnya proyek pemberantasan buta huruf.

Berdasarkan bentuknya proposal dapat dibedakan yaitu proposal berbentuk formal, semiformal, dan formal. Proposal berbentuk formal sekurang-kurangnya ada tiga bagian utama, yaitu: (1) bagian pelengkap pendahuluan, yang terdiri atas sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar (abstrak), daftar isi, dan penegasan permohonan; (2) isi proposal, terdiri dari pembatasan masalah, latar belakang, tujuan, luas-lingkup, dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya; (3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.

Susunan dan perincian tiap bagian di atas tidak mutlak harus mengikuti pola tersebut, kemungkinan ada bagian yang dapat digabungkan. Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi dari bentuk formal, karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

Isi sebuah proposal ada yang sederhana dan ada pula yang kompleks. Isi proposal yang kompleks, seperti yang terdapat dalam bentuk formal di atas, sedangkan isi proposal yang sederhana hanya meliputi: (1) nama kegiatan (judul); (2) dasar pemikiran; (3) tujuan dan manfaat; (4) ruang lingkup; (5) waktu dan tempat kegiatan; (6) penyelenggara / panitia; (7) anggaran biaya; dan (8) penutup (Finoza: 1999:159). Contoh format proposal kegiatan studi tour dengan bentuk dan variasi yang lainnya

Sekarang perhatikan penggalan paragraf di bawah ini!

Akhir-akhir ini banyak siswa yang suka bertawuran. Hampir setiap hari kita dengar ada tawuran. Tidak sedikit korban jiwa yang terkena tusukan benda tajam. Untuk menanggulangi hal seperti itu, maka kami Musyawarah Kepala Sekolah (MKS) se-DKI akan mengadakan seminar tentang ... dan seterusnya.

Paragraf di atas merupakan kutipan dari proposal yang dituangkan pada bagian latar belakang, karena kutipan tersebut berupa latar belakang dalam sebuah proposal.

Teks Pidato

Teks pidato biasanya terdiri atas paragraf pembuka, paragraf isi, dan paragraf penutup. Paragraf pembuka biasanya berisi kalimat sapaan kepada pendengar. Isi pidato dituangkan pada paragraf berikutnya. Bagian ini merupakan bagian yang paling penting karena di dalamnya diungkapkan pokok-pokok permasalahan yang akan disampaikan kepada pendengar. Paragraf terakhir berupa penutup dari pidato, biasanya berisi imbauan, ajakan dan kesimpulan serta ucapan terima kasih.

Sekarang perhatikan penggalan paragraf di bawah ini!
Jika Ketua OSIS ditugasi untuk memberikan sambutan dalam acara perpisahan kelas tiga, maka kalimat pembuka pidato yang tepat adalah … Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan karena berkat rahmat dan karunianya kita dapat berkumpul di sini untuk melaksanakan acara perpisahan ini.

Penulisan Poster

Karakteristik Poster.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, poster adalah plakat yang di pasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan) dengan gambar yang mencolok dan tulisan. Pemasangan poster biasanya di tempat umum (ditempelkan di dinding/di tembok atau di pinggir jalan. Tujuan pemasangan poster agar sesuatu yang ada dalam poster itu dapat diketahui umum dan menjadikan masyarakat umum tertarik untuk membeli, memakai, atau mengikuti isi poster tersebut.

Gambar dan tulisan-tulisan yanhg dipasang di tepi jalan atau di tempat-tempat umum seperti rumah sakit, pasar, kantor polisi, terminal, stasiun, atau di tempat disebut poster. Poster tersebut dapat bekaitan dengan iklan jasa, produk, tau iklan layanan masyarakat. Poster terdiri dari gambar dan kalimat poster.

Jenis Poster

Dilihat dari isinya, terdapat beberapa jenis poster. Ada poster niaga, poster kegiatan, atau poster penerangan. Poster niaga bersifat menarik pembaca untuk membeli/menggunakan suatu barang/jasa. Poster penerangan bersifat mempengaruhi pembaca untuk melakukan/tidak melakukan suatu perilaku tertentu. Poster kegiatan bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan dan mengajak pembaca mengikuti/berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Prinsip Penyusunan Poster

1. Kalimat dan gambar yang dipilih sesuai dengan tujuan penulisan poster.
2. Kalimat dalam poster bersifat mempengaruhi sehingga
    harus menggunakan kata yang menarik.
3. Kata-kata yang digunakan singkat dan padat agar orang
    lebih mudah mengingat dan mudah memahaminya dalam
    waktu yang singkat.
4. Agar dapat diketahui khalayak dengan cepat dan menarik   
    poster dilengkapi gambar.
Gambar yang ada dalam poster harus sesuai dan mendukung kalimat dalam poster. Dengan adanya gambar, poster tidak menggunakan penjelasan yang banyak, karena gambar sudah dapat mewakili sebagian ide yang akan disampaikan.

Mengomentari poster

Penilaian terhadap poster ditekankan pada kepadatan isi (singkat), kesesuaian gambar dengan isi kalimat, keaslian poster, kesesuaian dengan tujuan dan tema yang ditentukan, menggunakan kata yang singkat dan padat agar orang lebih mudah mengingat dan mudah memahaminya.

ISTILAH, ISI SURAT, SURAT LAMARAN, DAN SURAT MEMO


ISTILAH
     Istilah, bentuknya dapat berupa kata atau gabungan kata, tetapi mengungkapkan makna konsep sesuatu (proses, keadaan, atau khas bidang tertentu).
.....Ada dua kelompok istilah, yaitu istilah umum (digunakan secara umum) dan istilah khusus (digunakan dalam bidang tertentu, misalnya: pertanian, ekonomi, seni, agama, dsb.) Makna istilah, tidak terpengaruh oleh konteks dan bermakna pasti.

Contoh:
a. Distribusi bahan bakar minyak di Bali mengalami hambatan. Makna.distribusi, ialah pengiriman atau penyaluran ke beberapa orang atau beberapa tempat (istilah umum)

b. Karya sastra menunjukkan fenomena masyarakat tempat karya itu dilahirkan. Makna fenomena, ialah hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah; fakta; kenyataan.

c. Dia berobat kepada okulis. (istilah khusus) Makna okulis, ialah dokter mata ahli penyakit mata.
.
Sekarang perhatikan penggunaan istilah dalam paragraf berikut!

..........Bertanam padi di sawah tanpa olah tanah hampir sama dengan penanaman padi konvensional. Bedanya hanya terdapat pada penyiapan lahan. Kalau di sawah, tanah dipersiapkan dengan dibajak terlebih dahulu. Memang lebih praktisi sawah tanpa olah tanah dan menghemat tenaga kerja. Menyingkirkan gulma pun dapat dilakukan dengan racun serangga.

Penggunaan istilah
praktisi dalam paragraf di atas tidak tepat, karena makna praktisi adalah pelaksana, yang betul seharusnya praktis berarti mudah.

ISI SURAT BERITA KELUARGA

Surat keluarga, ialah surat yang dikirim oleh seseorang kepada anggota keluarga. Isi surat dapat berupa berita duka, gembira, bertanya, meminta sesuatu, dan sebagainya. Sapaan yang lazim digunakan antara lain ananda, ibunda, ayahnda, adinda, atau kakanda yang diawali dengan huruf kapital.
Bahasa surat dapat menggunakan bahasa baku atau bahasa tidak baku (bahasa sehari-hari), tetapi komunikatif. Sedang unsur-unsurnya antara lain adalah :
tanggal, alamat, salam pembuka, tubuh surat (pembuka, isi, dan penutup), salam penutup, dan diakhiri tanda tangan dan nama jelas.

contoh:

Ibunda Rosni
.........................................Jakarta, 11 September 2003
di Padang

Dengan hormat,

..........Semoga Ibunda beserta adik-adik berada dalam keadaan sehat walafiat, amin. Ibunda, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan. Melalui surat ini ananda mohon maaf kepada Ibunda atas kesalahan ananda. Semoga Allah memberi keredaan dan kekuatan kepada kita sewaktu menjalankan ibadah puasa, amin.

..........Ananda insyaallah akan pulang ke kampung menjelang lebaran. Karena ananda mendapat libur selama dua minggu.
..........Terakhir ananda ucapkan selamat menyambut Ramadan, bulan yang penuh rahmat dan penuh berkah.
................................................................
................................................................Wasalam ananda,
................................................................Rossita

SURAT UNDANGAN RESMI SAN SURAT LAMARANPEKERJAAN
 
.........

.Surat undangan resmi haruslah mengikuti aturan surat menyurat bersifat resmi, mulai dari struktur surat, ejaan yang digunakan, sampai kepada bahasa surat.
..........Struktur surat undangan meliputi: kepala surat, tempat dan tanggal surat, nomor, lampiran dan hal, alamat, salam pembuka, tubuh surat (pembuka, isi, penutup), salam penutup, dan tanda tangan yang disertai nama jelas. Tetapi, dalam surat lamaran tidak memakai kepala surat karena pengirimnya bersifat pribadi.
.........Penulisan pemerian pada surat undangan, yaitu hari, tempat, dan waktu harus diawali dengan huruf kecil karena hal tersebut berupa kelanjutan kalimat paragraf sebelumnya. Begitu pula pemerian pada identitas pelamar surat dalam surat lamaran.

Contoh :.....
Dengan surat ini saya :
  • nama .....................  : JALU PAMUNGKAS
  • tempat/tanggal lahir : 09 Januari 1988
  • alamat ................... : Jl. Wilis I Brojomusti 23,               
                                           Kalangbret
  • ijazah .................... : SMA

SURAT MEMO

Memo atau memorandum adalah jenis surat dinas yang berisi catatan singkat tentang pokok persoalan. Memo ditulis oleh atasan untuk pejabat yang setingkat atau untuk bawahan, dan dapat juga ditulis oleh bawahan untuk atasan. Memo bersifat informal dan tingkat keresmiannya rendah. Memo tidak menggunakan nomor surat. Walaupun begitu, informasi yang dituliskan dalam memo tetap mengandung kedinasan. Memo bersifat intern (selingkung).
..........

Isi memo dapat berupa instruksi, saran, tugas, atau petunjuk tertentu yang berisi hal-hal pokok saja; singkat tapi jelas; dan tidak perlu ada paragraf pembuka, tetapi langsung pada isinya.


JUDUL, TANGGAPAN, GRAFIK DAN PENGUMUMAN

Judul Bacaan
Pemberian judul bacaan yaitu penamaan terhadap bacaan. Pemberian judul harus mempertimbangkan isi bacaan. Di samping itu, judul haruslah menarik, mudah diingat, singkat, menggambarkan isi, berupa kata atau frase.

Yang harus diperhatikan lagi adalah penulisan judul. Penulisan judul yang betul harus mengacu kepada EYD, yaitu menggunakan huruf kapital sebagai huruf pertama semua kata, termasuk semua unsur kata ulang sempurna, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. Judul tidak boleh diakhiri titik.

Contoh:
Azas-Azas Hukum
Anak dan Cita-Citanya Dari Desa ke Kota
Pencemaran Lingkungan di Wilayah Jembatan Lima
.
Nah sekarang perhatikan penggalan paragraf di bawah ini!
..........Banyak Pembahasan siswa SMU harus menguasai kemampuan membaca pemahaman. Pembahasan itu antara lain membantu mereka meningkatkan prestasi belajar. Mereka dapat pula mempercepat waktu penyelesaian membaca suatu bacaan. Pembahasan lain, dengan membaca pemahaman, membiasakan siswa untuk berpikir kritis....

Judul yang tepat berdasarkan bacaan adalah Manfaat Membaca Pemahaman bagi Siswa SMU, karena judul tersebut sesuai dengan isi bacaannya dan penulisan judulnyapun betul.

Tanggapan Isi Bacaan
..........Setelah membaca sebuah bacaan, kita sering memberi komentar positif atau negatif terhadap isi bacaan tersebut. Pemberian komentar itu disebut dengan tanggapan terhadap isi bacaan. Tetapi, sebuah tanggapan haruslah logis. Tanggapan bersumber dari sudut pandang tertentu (nilai agama, moral, etika, sosial, logika).

Contoh:
..........Membaca pemahaman sangat penting dibandingkan dengan kemampuan berbahasa lainnya. Misalnya, kemampuan mendengar. Mendengarkan sesuatu sangat terbatas jangkauannya seperti waktu, tempat, dan sebagainya. Tetapi, dengan membaca pemahaman dapat dilakukan di mana dan kapan pun, serta dapat dilakukan sewaktu- waktu, serta dengan cepat dapat menangkap isi bacaan.

Tanggapan yang sesuai dan logis dengan isi bacaan tersebut adalah:
Memang diperlukan kemampuan membaca pemahaman untuk memahami dengan cepat isi bacaan, atau
Memang benar membaca pemahaman efektif dilakukan untuk memperoleh informasi dengan cepat.
Latihan dan Pembahasan
Coba sekarang kalian perhatikan kembali contoh lainnya :
..........Dalam kenyataan masih banyak siswa yang belum memiliki kemampuan membaca pemahaman secara memadai. Hasil penelitian seseorang tahun 1992 membuktikan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa STM di Yogyakarta baru 30%. Hal ini pulalah yang dijadikan sebagai bukti kegagalan pengajaran kemampuan membaca pemahaman kepada siswa tersebut atau belum memadai.

Kalimat tanggapan yang tepat sesuai isi bacaan tersebut adalah ...

Rendah sekali kemampuan membaca pemahaman siswa STM tersebut dan perlu dicarikan solusinya.
Tanggapan di atas benar karena sesuai dengan isi bacaan dan logis, yaitu Pembahasan mengacu kepada isi bacaan.

Isi Grafik
Menentukan isi grafik berarti membahasakan angka atau data yang terdapat dalam grafik. Data tersebut dijelaskan maksudnya sedemikian rupa sehingga mudah dipahami.




Kalimat Pengumuman
Pengumuman ialah pemberitahuan atau permakluman tentang sesuatu, yang ditujukan kepada seseorang, kelompok tertentu, atau khalayak (masyarakat). Hal penting yang harus diperhatikan sehubungan dengan pengumuman adalah siapa yang mengumumkan kepada siapa ditujukan, hal (isi) pengumuman, bahasa pengumuman (singkat, lugas, dan mengenai sasaran), serta media yang digunakan (elektronika atau media cetak, atau secara lisan/ langsung).