Kamis, 10 Maret 2011

JUDUL, TANGGAPAN, GRAFIK DAN PENGUMUMAN

Judul Bacaan
Pemberian judul bacaan yaitu penamaan terhadap bacaan. Pemberian judul harus mempertimbangkan isi bacaan. Di samping itu, judul haruslah menarik, mudah diingat, singkat, menggambarkan isi, berupa kata atau frase.

Yang harus diperhatikan lagi adalah penulisan judul. Penulisan judul yang betul harus mengacu kepada EYD, yaitu menggunakan huruf kapital sebagai huruf pertama semua kata, termasuk semua unsur kata ulang sempurna, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. Judul tidak boleh diakhiri titik.

Contoh:
Azas-Azas Hukum
Anak dan Cita-Citanya Dari Desa ke Kota
Pencemaran Lingkungan di Wilayah Jembatan Lima
.
Nah sekarang perhatikan penggalan paragraf di bawah ini!
..........Banyak Pembahasan siswa SMU harus menguasai kemampuan membaca pemahaman. Pembahasan itu antara lain membantu mereka meningkatkan prestasi belajar. Mereka dapat pula mempercepat waktu penyelesaian membaca suatu bacaan. Pembahasan lain, dengan membaca pemahaman, membiasakan siswa untuk berpikir kritis....

Judul yang tepat berdasarkan bacaan adalah Manfaat Membaca Pemahaman bagi Siswa SMU, karena judul tersebut sesuai dengan isi bacaannya dan penulisan judulnyapun betul.

Tanggapan Isi Bacaan
..........Setelah membaca sebuah bacaan, kita sering memberi komentar positif atau negatif terhadap isi bacaan tersebut. Pemberian komentar itu disebut dengan tanggapan terhadap isi bacaan. Tetapi, sebuah tanggapan haruslah logis. Tanggapan bersumber dari sudut pandang tertentu (nilai agama, moral, etika, sosial, logika).

Contoh:
..........Membaca pemahaman sangat penting dibandingkan dengan kemampuan berbahasa lainnya. Misalnya, kemampuan mendengar. Mendengarkan sesuatu sangat terbatas jangkauannya seperti waktu, tempat, dan sebagainya. Tetapi, dengan membaca pemahaman dapat dilakukan di mana dan kapan pun, serta dapat dilakukan sewaktu- waktu, serta dengan cepat dapat menangkap isi bacaan.

Tanggapan yang sesuai dan logis dengan isi bacaan tersebut adalah:
Memang diperlukan kemampuan membaca pemahaman untuk memahami dengan cepat isi bacaan, atau
Memang benar membaca pemahaman efektif dilakukan untuk memperoleh informasi dengan cepat.
Latihan dan Pembahasan
Coba sekarang kalian perhatikan kembali contoh lainnya :
..........Dalam kenyataan masih banyak siswa yang belum memiliki kemampuan membaca pemahaman secara memadai. Hasil penelitian seseorang tahun 1992 membuktikan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa STM di Yogyakarta baru 30%. Hal ini pulalah yang dijadikan sebagai bukti kegagalan pengajaran kemampuan membaca pemahaman kepada siswa tersebut atau belum memadai.

Kalimat tanggapan yang tepat sesuai isi bacaan tersebut adalah ...

Rendah sekali kemampuan membaca pemahaman siswa STM tersebut dan perlu dicarikan solusinya.
Tanggapan di atas benar karena sesuai dengan isi bacaan dan logis, yaitu Pembahasan mengacu kepada isi bacaan.

Isi Grafik
Menentukan isi grafik berarti membahasakan angka atau data yang terdapat dalam grafik. Data tersebut dijelaskan maksudnya sedemikian rupa sehingga mudah dipahami.




Kalimat Pengumuman
Pengumuman ialah pemberitahuan atau permakluman tentang sesuatu, yang ditujukan kepada seseorang, kelompok tertentu, atau khalayak (masyarakat). Hal penting yang harus diperhatikan sehubungan dengan pengumuman adalah siapa yang mengumumkan kepada siapa ditujukan, hal (isi) pengumuman, bahasa pengumuman (singkat, lugas, dan mengenai sasaran), serta media yang digunakan (elektronika atau media cetak, atau secara lisan/ langsung).

 



GAGASAN UTAMA, MENYUSUN PERTANYAAN, FAKTA DAN OPINI, SERTA KONSEP BACAAN


 A.Gagasan Utama/ide pokok 

Gagasan utama bacaan adalah hal pokok yang diungkapkan dalam suatu paragraf. Gagasan utama merupakan pernyataan yang menjadi inti keseluruhan isi paragraf. Gagasan pokok terdapat pada kalimat topik yang biasanya terletak di awal, diakhir, atau di tengah. Kalimat topik memiliki makna yang paling umum diantara kalimat-kalimat yang terdapat pada paragaraf tersebut.


Contoh 1
..........Bacaan yang baik untuk anak berisi contoh yang baik-baik pula. Cara yang dapat dilakukan dengan menampilkan tokoh kartun, boneka, badut yang lucu, tetapi mengandung unsur pendidikan. Tokoh binatang yang cerdik pun dapat pula mewakili pesan moral. Misalnya, kancil menipu buaya atau sejenisnya. Tokoh orang bertubuh raksasa, tetapi sangat baik terhadap sesama.

Gagasan utama paragraf tersebut terdapat di awal paragraf (deduksi), yaitu bacaan yang baik untuk anak.

Contoh 2
..........Sudah ada ide, tetapi sukar untuk dituangkan. Selalu dihadapkan dengan persoalan apa yang hendak di tulis? Seberapa panjang tulisan yang akan ditulis. Keringnya pengetahuan terhadap topik yang hendak dikembangkan. Demikianlah pengalaman seseorang pada awal belajar menulis.

Gagasan utama paragraf terdapat di akhir (induksi), yaitu pengalaman belajar menulis.
.
B. Membuat dan.Menjawab Pertanyaan

Membuat dan menjawab pertanyaan yang dimaksudkan adalah yang berhubungan dengan teks bacaan. Hal ini diperlakukan untuk mengetahui pemahaman seseorang terhadap isi bacaan yang dibacanya.

.Adapun kata yang dapat digunakan adalah: apa (menanyakan benda), siapa (menanyakan orang), mengapa (menanyakan sebab), di mana (menanyakan jumlah), dan bagaimana (menanyakan cara, hal, keadaan, dsb.).

Menjawab sebuah pertanyaan, haruslah sempurna: dengan kalimat sempurna, singkat, jelas, dan berhubungan dengan isi atau hal yang ditanyakan atau dengan isi bacaan yang tersaji.

Contoh:
a. pertanyaan
.
Siapa yang mempopulerkan tipologi, santri, abangan, dan priyayi sebagai kategori sosial yang ada dalam masyarakat Jawa?

b. jawaban
.
Yang mempopulerkan tipologi santri, abangan, dan priyayi sebagai kategori sosial yang ada dalam masyarakat Jawa adalah Clifford Geert.
.

C. Fakta dan Opini

Fakta ialah hal yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada, terjadi dan ada buktinya. Misalnya: ada benda, orang, waktu, tempat, peristiwanya, jumlahnya, atau dapat menjawab pertanyaan dengan kata tanya apa, siapa, kapan, di mana, atau berapa.

Contoh:
Tirakatan Budaya” adalah acara yang diadakan oleh para seniman dan budayawan menjelang detik pergantian abad ke-20, di kompleks Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, 12 Desember 2000.

Contoh tersebut dapat menjawab pertanyaan, apa, siapa, kapan, dan di mana.

Opini, ialah pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang tentang sesuatu atau dapat menjawab pertanyaan bagaimana.

Contoh:
Bagus sekali isi puisi yang disampaikan W.S. Rendra pada acara “Tirakatan Budaya” itu.

Contoh tersebut menjawab pertanyaan bagaimana.
.
D. Konsep dalam Bacaan
Konsep ialah ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret. Konsep dapat ditentukan dari pernyataan atau penjelasan yang dikemukakan dalam bacaan.
Contoh:
Seseorang memberikan pendapat terhadap karya orang. Pendapat yang diberikan berupa hal-hal yang bersifat positif dan negatif terhadap karya tersebut. Tidak hanya terbatas penilaian saja, tetapi juga memberikan penjelasan saran yang bersifat membangun sehingga dapat dijadikan sebagai perbaikan untuk karya-karya orang tersebut pada masa yang akan datang. Kegiatan ini disebut kritik.

Konsep yang dikemukakan dalam paragraf tersebut tentang kritik :

..........Kritik ialah pemberian pertimbangan baik buruk terhadap karya orang lain yang disertai saran-saran yang bersifat membangun terhadap karya tersebut.

KATA ULANG, KONJUNGSI, IMBUHAN, FRASE


A. Kata Ulang (Reduplikasi)
Kata ulang atau reduplikasi ialah pengulangan satuan gramatik, baik seluruhnya maupun sebagian, baik dengan variasi fonem maupun tidak.

Macam-macam kata ulang
a. Kata ulang seluruh ialah pengulangan seluruh bentuk dasar.
    Misalnya : 
    buku-buku, perumahan-perumahan, sekali-sekali.
b. Kata ulang sebagian ialah pengulangan sebagian dari bentuk dasar.
    Misalnya : 
    lelaki (bentuk dasarnya laki), pertama-tama (bentuk 
    dasarnya pertama), membaca-baca (bentuk dasarnya baca)
c. Kata yang berkombinasi dengan pembubuhan afiks
    (kata ulangberimbuhan) ialah bentuk dasar diulang seluruhnya dan   
    berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks.
    Misalnya : 
    kereta-keretaan  : bentuk dasarnya kereta
    rumah-rumahan : bentuk dasarnya rumah
d. Kata ulang dengan perubahan fonem (kata ulang berubah bunyi)
    Misalnya: 

    gerak-gerik : bentuk dasarnya gerak
    bolak-balik : bentuk dasarnya balik

Makna Kata Ulang
a. Menyatakan banyak tak tentu
    Misalnya : 

    Buku-buku itu telah kusimpan di dalam lemari.
b. Menyatakan banyak dan bermacam-macam
    Misalnya : 

    Buah-buahan di pinggir jalan harganya lebih murah.
c. Menyatakan menyerupai
    Misalnya : 

    Bang Husin memasang orang-orangan di tengah sawah.
d. Menyatakan agak
    Misalnya : 

    Walaupun sudah besar, anak itu masih kekana-kanakan.
e. Menyatakan intensitas
    Misalnya : 

    Pukullah dia kuat-kuat. ( intensitas kualitatif)
    Dari tadi ia bolak-balik saja. (intensitas frekuentatif)
f. Menyatakan saling (resiprok)
   Misalnya : Kedua remaja itu sedang bercubit-cubitan.
g. Menyatakan kolektif
    Misalnya : 

   Mereka masuk dua-dua dengan tertib.

B. Kata Penghubung (Konjungsi)

    Kata penghubung disebut juga kata sambung atau konjungsi. Kata penghubung adalah kata tugas yang menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Kata penghubung antarklausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat, sedangkan kata penghubung antarkalimat di awal kalimat (setelah tanda titik, tanda seru dan tanda tanya), dan kata penghubung antarparagraf letaknya di awal paragraf.

Macam-macam kata penghubung dan fungsinya:
1. menyatakan gabungan: dan, lagi, lagi pula, serta
2. menyatakan pertentangan, tetapi, akan tetapi, melainkan, namun, 

   sedangkan, padahal
3. menyatakan waktu: apabila, ketika, bilamana,.sebelum sejak, sesudah
4. menyatakan tujuan: supaya, agar, untuk
5. menyatakan sebab: sebab, karena, sebab itu, karena itu
6. menyatakan akibat: sehingga, sampai
7. menyatakan syarat: jika apabila, kalau, asalkan, bilamana
8. menyatakan tak bersyarat: walaupun, meskipun, biarpun
9. menyatakan pilihan: atau
10.menyatakan perbandingan: seperti, bagai, seakan-akan, ibarat, umpama, 
    daripada
11. menyatakan korelatif : semakin.... semakin...., kian...kian...., tidak hanya... 
     tetapi juga..., sedemikian rupa... sehingga..., baik... maupun...
12. menyatakan menguatkan : bahkan, apalagi
13. menyatakan rincian ........: yakni, adalah, yaitu, ialah
14. menyatakan penjelas (penegas) : bahwa
15. menyatakan urutan.........: mula-mula, lalu, kemudian
16. menyatakan pembatasan..: kecuali, selain, asal
17. menyatakan penanda contoh: misalnya, umpama, contoh
18. menyatakan penanda pengutamaan: yang penting, yang pokok,
     paling utama, terutama

C. Imbuhan

1. Imbuhan ter-
Imbuhan ter- mempunyai bentuk ter-, te-, dan tel-. Imbuhan ter- membentuk kata kerja dan kata sifat.

Makna imbuhan ter-

Menyatakan aspek perfektif, yaitu suatu perbuatantelah selesai.
Contoh: Buku ini tercetak tahun 2000.

Menyatakan aspek kontinuatif, yaitu suatu perbuatan tengah atau terus berlangsung.
Contoh: Perahu itu terapung sepanjang malam.

Menyatakan aspek spontanitas, perbuatan tiba-tiba atau tidak disengaja. Contoh: Pendaki gunung itu terperosok ke jurang.

Menyatakan intensitas atau repetitif (berulang-ulang).
Contoh: Wajahnya terbayang-bayang dalam ingatannya.

Menyatakan aspek potensialis, yaitu dapat di-
Contoh: Peti yang berat itu terangkat juga olehnya.
Menyatakan superlatif, yaitu paling...
Contoh: Dalam keluarganya ia tertinggi ukuran badannya.

Menyatakan tidak disengaja
Contoh: Kakiku terinjak di bus kota.

2. Imbuhan me-kan berfungsi membentuk kata kerja.
    Makna imbuhan me-kan

Menyatakan kausatif, yaitu menyebabkan terjadinya proses
Misalnya : Ayah sedang meninggikan tiang jemuran.
Menjadikan sebagai atau menganggap sebagai
Misalnya : Orang itu memperhambakan benda-benda antiknya.
Menyatakan intensitas
Misalnya : Mereka memperebutkan piala Gubernur DKI Jakarta.

3. Imbuhan per-an

Imbuhan per-an berfungsi sebagai pembentuk kata benda. Kata berimbuhan per-an merupakan hasil nominalisasi dari kata kerja yang sejalan dengan kata kerja bentuk ber- (-an), kata kerja bentuk memper- (-kan,-i).
Misalnya: perkenalan sejalan dengan berkenalan
Kesejalanan itu dapat dilihat dalam kalimat berikut:
Aku berkenalan dengan dia. Perkenalanku dengan dia tidak kuduga sebelumnya.

Makna Konfiks per-an

Menyatakan hal
Misalnya: Izin pergedungan di DKI Jakarta sangat ketat.
Menyatakan hasil
Misalnya: Kita harus menjunjung persatuan bangsa.
Menyatakan tempat, daerah
Misalnya: Vila itu sebagai peristirahatan keluarga presiden.
Menyatakan bergai-bagai
Misalnya: Surat lamaran pekerjaan harus disertai persyaratan  . . . .yang diminta.

4. Imbuhan serapan: -i,-iah,-wi, -is, -isme, -if, -al,-asi

Imbuhan ini merupakan serapan dari bahasa asing. Imbuhan serapan tersebut pada umumnya berfungsi sebagai pembentuk kata benda dan kata sifat. Makna yang umum untuk menandai kata sifat adalah mempunyai sifat atau ciri : Misalnya: legal, universal, sportif, aktif, egois. Sebaliknya -isme mengandung makna paham. Misalnya: nasionalisme, komunisme. Sufiks -tas menyatakan makna hal. Misalnya: kriminalitas, aktivitas. Sedangkan - asi menyatakan proses, misalnya: proklamasi, nasalisasi. Sedangkan sufiks -i, - iah, -wi menyatakan makna yang bersangkutan dengan, misalnya: gerejani, surgawi, alamiah.

5. Partikel asing : anti- pro-, eks-, pra-, swa-, intra-, trans-, non-

Partikel asing maksudnya imbuhan asing yang melekat pada awal kata dasar. Contoh: SMU kami sering mendapat juara dalam perlombaan intrakurikuler. .

D. Frase (Kelompok Kata)

Frase adalah kelompok kata yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi.
Contoh : Hari ini / siswa SMU / sedang ujian / bahasa Indonesia./
                  K ............S ................P ................ .Pel.

Kalimat di atas terdiri dari empat frase, dan masing-masing mempunyai fungsi, yakni : keterangan, subjek, predikat, dan pelengkap. Frase-frase tersebut mempunyai unsur pusat (inti) yakni: hari, siswa, ujian , dan bahasa; dan unsur atribut, yakni: ini, SMU, sedang, dan Indonesia

Jenis-Jenis Frase
Berdasarkan unsur intinya, frase dibedakan menjadi:

a. Frase endosentris
1) Frase endosentris koordinatif, yaitu frase yang unsur-unsurnya   
    setara atau sederajat.
    Misalnya: Ayah dan ibu / sedang pergi.

2) Frase endosentris atributif, yaitu frase yang mempunyai unsur   
    pusat dan unsur atribut.    
    Misalnya: Sepatu saya / hilang.

3) Frase endosentris apositif, yaitu frase yang memiliki unsur pusat
    dan unsur aposisi.
    Misalnya: Aminah, anak Pak Lurah, / cantik sekali.

b. Frase eksosentris,
Frase rksosentris adalah frase yang tidak memiliki unsur pusat. Misalnya: Anak- anak itu / sedang bermain / di halaman.
Selain itu, frase dapat pula diperluas dengan kata yang. frase seperti ini akan membentuk klausa.

Misalnya:
1) Buku yang tebal itu / kepunyaanku.
2) Orang yang kemarin datang / pamanku.
3) Baju yang baru dibeli / kekecilan.
4) Laki-laki yang memakai kacamata itu / temanku.

Selain jenis frase di atas, dikenal pula Frase ambigu dan frase atributif berimbuhan.
Frase ambigu adalah frase yang bermakna ganda.
Misalnya: Lukisan ayah / dipajang / di ruang tamu.

Frase lukisan ayah mempunyai makna lukisan milik ayah, lukisan mengenai diri ayah, atau lukisan buatan ayah.
Frase atributif berimbuhan artinya frase yang unsur perluasannya berimbuhan.
Misalnya: Saya tidak berani berjalan melalui tangga berjalan.
              Kata tangga dalam frase tangga berjalan merupakan unsur
              pusat sedangkan berjalan merupakan unsur perluasan.

Perhatikan contoh frase di bawah ini!

"Guru kesenian hari ini tidak hadir."

Kalimat yang mengandung frase sejenis (frase atributif berimbuhan) dengan frase yang dicetak miring dalam kalimat di atas adalah : Model pembelajaran harus dibuat guru sebelum mengajar.
Satu landasan pemikiran dari pernyataan diatas adalah, karena kalimat tersebut mengandung frase atributif berimbuhan yakni model pembelajaran. Kata model merupakan unsur pusat sedangkan pembelajaran unsur perluasan (atribut).